Pemerintah Indonesia berhasil menghimpun dana segar senilai Rp29,77 triliun melalui penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025. Pencapaian ini menandai rekor penjualan tertinggi dalam satu dekade terakhir serta jumlah investor terbanyak sepanjang sejarah penerbitan SBSN ritel.
Rekor Penjualan dan Partisipasi Investor
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, menyatakan bahwa hasil penjualan SR025 ditetapkan pada 21 September 2026. Total dana yang terkumpul mencapai Rp29.770.058.000.000.
Menurut Suminto, periode penawaran yang berlangsung dari 21 Agustus hingga 16 September 2026 menarik 93.548 investor. Angka ini merupakan jumlah investor tertinggi dalam sejarah penerbitan SBSN Ritel dan volume penjualan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.
Dari total investor tersebut, sebanyak 21.582 orang atau 23,07% merupakan investor baru di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Profil Investor dan Distribusi Dana
Partisipasi investor tersebar di seluruh 38 provinsi di Indonesia. Demografi investor didominasi oleh Generasi Y atau Milenial, yang menyumbang 49,11% dari total pembeli. Mayoritas investor juga adalah perempuan, mencapai 56,66%.
Berdasarkan profesi, pemesanan SR025 paling banyak dilakukan oleh pegawai swasta, yaitu sebesar 33,66%.
Dana yang terkumpul terbagi menjadi dua seri: SR025T3 dengan tenor 3 tahun menyumbang Rp24,93 triliun, sementara SR025T5 dengan tenor 5 tahun berkontribusi Rp4,83 triliun.
Imbal Hasil dan Ketentuan Investasi
Pemerintah menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate) untuk kedua seri sukuk ini. Seri SR025T3 menawarkan kupon sebesar 6,80% per tahun, sedangkan seri SR025T5 yang bertenor lebih panjang menawarkan imbal hasil 6,90% per tahun.
Pembayaran kupon dilakukan setiap bulan pada tanggal 10. Jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur bank, pembayaran akan dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi tambahan. Pembayaran imbalan pertama dijadwalkan pada 10 Oktober 2026, dengan perhitungan short coupon.
Jatuh tempo untuk SR025T3 adalah 10 September 2029, dan untuk SR025T5 adalah 10 September 2031.
Pemesanan minimum untuk kedua seri adalah Rp1 juta dan kelipatannya. Batas maksimum pemesanan berbeda: SR025T3 dibatasi Rp5 miliar per investor, sedangkan SR025T5 dibatasi Rp10 miliar per investor.
Tujuan dan Aset Dasar
Skema penerbitan ini dirancang untuk menjangkau investor individu dari skala kecil hingga menengah, sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investor ritel di dalam negeri.
Instrumen ini diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia, dengan aset dasar berupa Barang Milik Negara (BMN) serta proyek atau kegiatan Kementerian/Lembaga yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
Konten artikel belum tersedia.

