B2B INDO · BUSINESS BRIEF

Konteks bisnis untuk keputusan yang lebih baik.

B2B Indo · Business Brief

Harga Cabai Meroket hingga Rp100 Ribu per Kg Akibat Pasokan Minim

Harga cabai di Indonesia melonjak drastis, dengan cabai rawit merah menembus Rp100 ribu/kg. Minimnya pasokan dan tantangan produksi jadi penyebab utama.

Visual artikel ditampilkan jika featured image tersedia.

Harga cabai di pasaran Indonesia terus mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan cabai rawit merah bahkan menembus angka Rp100 ribu per kilogram. Keterbatasan pasokan menjadi faktor utama di balik lonjakan harga komoditas pangan ini.

Kenaikan Harga dan Penyebab Utama

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, mengonfirmasi bahwa seluruh jenis cabai sedang mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit merah. Menurutnya, harga cabai rawit merah di tingkat petani telah mencapai Rp65 ribu per kilogram. Akibatnya, harga jual di pasar dapat melonjak hingga Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram.

“Cabai rawit memang ada kenaikan ya. Kenaikan di petani itu sekitar Rp60 ribu per kg sampai Rp65 ribu per kg. Jadi pas sampai (masyarakat) Rp100 (ribu). Jadi memang kondisi pasar ini sekarang,” jelas Abdul Hamid pada Minggu (20/9).

Kenaikan ini terjadi di tengah stok yang terbatas. Produksi cabai saat ini didominasi oleh wilayah dataran rendah, sementara produksi dari dataran tinggi sudah tidak ada lagi.

Tantangan Produksi dan Prospek Harga

Abdul Hamid menambahkan bahwa jika kondisi tanaman cabai hanya mengandalkan dataran rendah dan terjadi kemarau berkepanjangan, harga cabai kemungkinan besar akan terus meningkat. “Apakah akan naik lagi? Tergantung dari musim, kalau seandainya kondisinya begini terus sampai November, bakal susah kita,” ujarnya.

Penanaman baru yang diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November mendatang tidak akan secara signifikan menambah jumlah stok, karena hasilnya hanya berasal dari dataran rendah. Kondisi normal diperkirakan akan terjadi pada Desember-Januari, namun pada periode tersebut, tantangan musim hujan dapat memengaruhi produksi.

Apabila seluruh tanaman gagal panen akibat musim hujan, harga cabai di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, dengan harga di tingkat petani sekitar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Data Kenaikan dari PIHPS Bank Indonesia

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) pada Senin (21/9), cabai menjadi komoditas pangan dengan kenaikan harga tertinggi. Beberapa jenis cabai yang mengalami lonjakan harga antara lain:

  • Cabai merah keriting naik 43,72 persen atau sekitar Rp29.050 per kilogram, mencapai Rp95.500 per kilogram.
  • Cabai rawit merah juga melonjak 25,99 persen atau sekitar Rp24.050 per kilogram, menjadi Rp116.600 per kilogram.
  • Cabai merah besar mengalami kenaikan 37,78 persen atau sekitar Rp21.250 per kilogram, mencapai Rp77.500 per kilogram.
  • Cabai rawit hijau naik 33,21 persen atau Rp21.900 per kilogram, menjadi Rp87.850 per kilogram.

Konten artikel belum tersedia.