Jakarta – Danantara Indonesia, melalui entitasnya PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), telah menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pembentukan panel ini menandai langkah penting dalam persiapan pembiayaan proyek-proyek PSEL di Indonesia.
Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menyatakan bahwa penetapan 34 institusi keuangan ini merupakan pencapaian signifikan dalam mengamankan pembiayaan untuk program PSEL. Ia juga menambahkan bahwa jumlah anggota panel masih berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan proyek dan kebutuhan pendanaan.
Komposisi Anggota Panel
Anggota lenders panel yang telah bergabung hingga saat ini mencakup beragam institusi pembiayaan, baik domestik maupun internasional. Mereka meliputi:
- Institusi pembiayaan proyek internasional dengan pengalaman lintas negara.
- Bank pembangunan multilateral.
- Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral.
- Lembaga pembiayaan infrastruktur.
- Pengelola dana iklim.
- Bank-bank besar dari dalam negeri, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank umum swasta nasional.
- Bank internasional yang beroperasi di Indonesia.
- Bank syariah.
Tujuan dan Fungsi Lenders Panel
Lenders panel dibentuk sebagai kelompok calon pemberi pinjaman dan mitra pembiayaan untuk mendukung pipeline proyek PSEL yang dikembangkan oleh DIM melalui Denera. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya melaksanakan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Melalui panel ini, DIM dan Denera dapat memetakan minat serta kapasitas pembiayaan dari berbagai institusi keuangan, baik pada tingkat portofolio maupun proyek individual, sebelum proses pembiayaan formal dimulai. Informasi yang terkumpul ini menjadi dasar untuk menjajaki struktur pendanaan yang paling sesuai, meliputi jenis pinjaman, tenor, fasilitas nontunai, dan solusi pembiayaan lainnya.
Minat Pembiayaan yang Tinggi
Salah satu hasil utama dari pembentukan lenders panel ini adalah terungkapnya minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL. Angka ini menunjukkan tingginya ketertarikan institusi keuangan, baik domestik maupun internasional, terhadap peluang pembiayaan dalam program PSEL.
Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan bahwa minat pembiayaan indikatif yang melebihi tiga kali estimasi kebutuhan utang ini menunjukkan besarnya potensi dukungan dari pasar pembiayaan. Ia menambahkan bahwa panel ini memungkinkan pemetaan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk merancang struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap proyek.
Danantara menegaskan bahwa nilai indikatif ini merupakan gambaran awal ketertarikan dan kapasitas pendanaan. Setiap rencana pembiayaan akan tetap melalui proses evaluasi dan persetujuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku.
Chief Financial Officer Denera, M. Ramadhan Harahap, menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi keuangan yang telah terpilih sebagai anggota lenders panel. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat mendukung kelancaran penyiapan pembiayaan proyek PSEL dan menjadi fondasi kerja sama yang produktif.
Peran Penasihat Keuangan dan Proses Seleksi
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) telah ditunjuk oleh DIM dan Denera sebagai penasihat keuangan sekaligus konsultan dalam proses pembentukan lenders panel ini.
Proses pembentukan lenders panel dimulai pada Juli 2026, melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional. Setiap pengajuan dievaluasi berdasarkan kapasitas finansial, pengalaman dan kemampuan eksekusi pembiayaan, fleksibilitas, serta kesesuaian strategis dengan kebutuhan program PSEL. Selanjutnya, setiap pembiayaan akan tunduk pada evaluasi kelayakan, proses due diligence, persetujuan internal masing-masing institusi, dan pemenuhan persyaratan yang berlaku.
Konten artikel belum tersedia.

