B2B INDO · BUSINESS BRIEF

Konteks bisnis untuk keputusan yang lebih baik.

B2B Indo · Business Brief

IRSX Tingkatkan Produksi Film, Drama Mikro, dan Komersial dengan AI

IRSX melalui FAIC mempercepat produksi film, drama mikro, dan konten komersial dengan AI, termasuk dukungan UMKM. Memanfaatkan Dreamina Seedance 2.5 untuk inova

Visual artikel ditampilkan jika featured image tersedia.

PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), melalui anak perusahaannya PT Folago Artificial Intelligence Commerce (FAIC), tengah menggenjot pengembangan produksi film, drama mikro, dan konten komersial dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Direktur Utama IRSX, Subioto Jingga, menyatakan bahwa Folago bertekad untuk memperluas dan mempercepat kapasitas produksi kontennya. Ini mencakup segmen AI Commerce, seperti AI TVC, AI Live Streaming, dan AIGC, yang akan diakses melalui platform KreasiKita, serta AI Entertainment, yang meliputi AI Movie, AI Micro Drama, dan AI Music.

“Langkah ini juga bertujuan untuk mempercepat pengembangan solusi AIGC guna mendukung ekosistem online commerce. Fokus utamanya adalah membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat mengakses teknologi produksi konten berbasis AI secara lebih terjangkau dan efisien,” jelas Subioto dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Jumat.

Memperkuat Posisi di Industri Terintegrasi

Subioto menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kedudukannya sebagai pemain terintegrasi di persimpangan tiga industri utama di Indonesia: AI, Media Commerce, dan Entertainment.

FAIC memanfaatkan model video-generation terdepan seperti Dreamina Seedance 2.5, yang memberikan fleksibilitas tinggi untuk memperkaya proses kreatif dan memperluas potensi produksi konten.

“Model AI ini berfungsi sebagai enabler yang mempercepat eksekusi ide, memberikan ruang bagi tim kreatif untuk lebih eksploratif dalam menciptakan konten berkualitas sesuai kebutuhan output. Pada akhirnya, ini membantu Folago mencapai tujuannya sebagai pemain AI terkemuka di Indonesia,” ujarnya.

Keunggulan Teknologi Dreamina Seedance 2.5

Dreamina Seedance 2.5 adalah model AI video generation generasi terbaru, penerus Dreamina Seedance 2.0. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya menghasilkan video berdurasi hingga 30 detik dalam satu proses, dua kali lipat dari versi sebelumnya. Ini memungkinkan penciptaan scene yang lebih utuh tanpa perlu menyambungkan klip-klip pendek.

“Model ini juga mendukung hingga 50 referensi, baik gambar maupun video, untuk kontrol yang lebih presisi terhadap karakter, gaya, dan gerakan,” kata Subioto.

Prospek Pasar dan Valuasi

Dari perspektif pasar, Subioto mengamati bahwa industri AI video generation global mengalami pertumbuhan pesat dan diproyeksikan akan terus berkembang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Oleh karena itu, IRSX meyakini bahwa keterlibatan perseroan dalam segmen ini melalui FAIC menempatkan perusahaan pada kurva pertumbuhan sektor yang secara historis mendapatkan valuasi premium lebih tinggi dibandingkan perusahaan media konvensional.

“Terutama jika didukung oleh angka adopsi UMKM yang terukur ke depannya, ini berpotensi memposisikan IRSX sebagai pemain utama dalam produksi konten berbasis AI di Indonesia,” tambahnya.

Penggunaan teknologi model AI video-generation akan semakin memperkuat kapasitas produksi di segmen AI Micro Drama, AI Movie, dan AI Music, sekaligus menegaskan posisi Folago sebagai pemain terintegrasi di industri AI, Media Commerce, dan Entertainment Indonesia.

“Kemitraan strategis melalui FAIC ini tidak berdiri sendiri. Kapabilitas AIGC yang dibangun berpotensi menjadi enabler lintas lini bisnis dalam ekosistem Folago, mulai dari social commerce hingga live entertainment, menjadikan langkah ini fondasi pertumbuhan yang saling menguatkan bagi grup secara keseluruhan,” pungkas Subioto.

Konten artikel belum tersedia.